Another Journey-Si Ular pembawa pesan

Hari minggu siang (tanggal 24 April) saya tiba-tiba melihat ada seekor ular merambat di pagar belakang rumah kontrakan kami di Pacitan. Belakang rumah kami memang kebun atau tanah pekarangan yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman, mungkin itu juga jadi tempat tinggal si ular.

Ularnya memang tidak besar paling hanya berdiameter 1,5-2 cm dan panjang sekitar 50cm, tapi itu cukup membuat saya geli dan agak sedikit merinding.

Waktu itu saya memberitahu asisten rumah tangga, si Bibik, kalau ada ular merambat dekat kamarnya, memang posisi ular pada saat itu ada di balik pagar/pembatas rumah di bagian luar, pembatasnya terbuat dari semacam kasa yang cukup tebal. Setelah si Bibik saya beritahu, dia langsung lari menuju teras belakang, pas udah sampe, eh..si ular udah keliatan sisa ekornya saja, kata bibik , ular itu tidak akan bisa masuk ke dalam rumah.

Ular..hmm.. pikiran saya langsung beralih ke mitos orang Jawa jaman dulu, katanya kalau lihat ular di sekitar rumah atau dimasuki ular maka biasanya akan pindah. Wah..jangan-jangan bakal pindah ni, pikir saya..

Suami waktu itu sedang perjalanan ke luar kota, ke Surabaya, baru berangkat pagi sebelum saya melihat ular tersebut. Ada rapat penting dengan pihak management, sebelum suami berangkat memang dia bilang kalau mungkin ada mutasi lagi, bisa kita yang dapat atau bisa juga orang lain.

Saya sudah pengen telepon dan menceritakan hal itu, tapi saya mengurungkan niat saya, entahlah, mungkin saya tidak mau ditertawakan oleh suami yang suka mengatai saya “suka percaya tahayul”, jadi akhirnya saya simpan sendiri dalam hati.

Sebenarnya bukan percaya tahayul sih, saya hanya percaya bahwa kita manusia dilengkapi Intuisi oleh Tuhan YMK untuk bisa survive dengan membaca tanda-tanda alam, dan mungkin kali ini tanda itu disampaikan oleh si ular tersebut.

Ah, tapi percuma saja cerita kalau belum terbukti benar pasti cuma diketawain, biar aja deh pikir saya..

Rapat suami sebenarnya hanya 1 hari, yaitu hari Senin, sampai Senin pagi saat dia menelepon saya, saya tidak menceritakan tentang adanya ular tersebut. Suami hanya minta doa supaya hasil rapat kali ini baik untuk kami sekeluarga.

Pukul 18.00, setelah saya WA, nanya “Gimana hasil rapatnya?”, suami langsung telepon.

“Kamu tau, kita dapat rejeki lagi..”

“Rejeki? Rejeki apa? Kamu naik level lagi?”

“Bukan, tambahan tabungan..kemarin kan kita lagi bahas rencana tabungan untuk renovasi rumah Surabaya, nah ini ada rejeki untuk nambahin tabungan kita”

“Hah?! Maksud kamu duit relokasi?”

“Iya, kok tahu? Dan kamu tahu kita akan pindah kemana?”

“Kemana? Gak tau aku.. Eh,..”, mau cerita tentang firasat yang dibawa si ular kemarin

“Ayo tebak kemana..?”

“Eee..Wonogiri..Trenggalek?”

“Kamu pasti suka..”

“Sukabumi?”

“Iya.. aku tau kamu pasti suka dipindah ke situ, dulu kamu pernah bilang pengen ngerasain tinggal di Jawa Barat..nah ini saatnya.. Makanya waktu sama Pak Y disuruh mempertimbangkan dan tanya istri aku langsung jawab iya, karena aku tau kamu pasti seneng”

“Mmm.. “, langsung mbayangin harus pindahan lagi, adaptasi lagi, si Bibik mau ikut atau nggak, perasaan campur jadi satu antara seneng, sedih,  sedihnya karena harus adaptasi lagi, ninggalin tetangga-tetangga yang baik-baik ini, yang sudah seperti keluarga,bingung karena harus mikir persiapan apa aja dan kapan harus dipersiapkan, sedikit shock – perasaan yang selalu ada saat denger soal mutasi.

“Ya, kamu seneng ya?”

“Aku udah kerasa kalau kita bakal pindah lagi..”, kataku

“Ah kamu, selalu gitu..”

“Lho, iya.. kemarin aku liat ular mau masuk ke rumah, ya waktu itu langsung aku seperti dapat firasat kalau kita akan segera pindah”

“Mesti wes…”

“Lho iya, cuma aku males kemarin cerita ke kamu, males diginiin.. kalau nggak percaya coba tanya Bibik..”

“Terus gimana? Masuk ke rumah? Gede nggak ularnya? Bahaya..  Eh, bibik gimana ya? Mau nggak ikut kita pindah?”

“Lha, ya..itu..”

Kami harus pindah lagi..

Si Ular itu membawa kabar lebih cepat dari suamiku.

Another journey.. Another story..

Oo.. Pacitan, mulai dari membencimu sampai mencintamu, nanti kami akan ngangenin kamu..

Ini transit terlama kami ketika ditugaskan ke daerah, kalau Juli nanti kami sudah pindah, maka total di Pacitan sekitar 22 bulan. 2 kali lipat dibanding di Jembrana.

Di Pacitan sini kami mendapatkan si anak bungsu, proses ‘membuat’nya sampai melahirkannya..

Tidak membayangkan akan memiliki anak kedua kami di sini, kota kecil yang sempat saya..ah..sudahlah.. sekarang ini jadi kota kenangan keluarga kecil kami.

Lho kok semendal gini ya..Semendal itu bahasa jawa dari terharu. Beneran jadi pengen nangis pas nulis paragraf di atas ini tadi.

Karena itu saya ingin mengabadikan sudut-sudut rumah kami di Pacitan dan sudut-sudut kotanya juga, dimana biasa kami mencari sedikit hiburan di kota kecil ini, dimana kami melahirkan si anak bungsu, dll. Saya ingin berbagi dan sekaligus mengenang semua yang ada di kota ini.

Pacitan, at first I hate you, but for a whole life time I cant forget you, wait for us.. Someday we will return to visit you, when my Baby asked “How Pacitan looks like? I want to know my birth place”

*continued droping my tears*

Anne Lesmana

 

Advertisements

Resep mengelola keuangan pribadi atau keluarga dengan tetap bisa menikmati hidup.

Kira-kira seminggu yang lalu saya mampir ke blog salah satu blogger idola saya, Andra Alodita, kebetulan saya melihat salah satu artikelnya yang berjudul “Financial Freedom”, saya langsung membacanya dan teringat akan buku yang saya beli kira-kira setahun yang lalu. Buku berjudul “Menjadi Cantik, Gaya & Tetap Kaya” karya Prita Ghozie.

image

Kenapa saya punya buku itu? Dulu sejak bekerja saya selalu merasa uang yang saya dapatkan habis dengan cepat dan parahnya lagi saya tidak tahu uang itu habis untuk apa saja, saya juga tidak punya tabungan, sekarang gajian, dua minggu sudah habis atau hanya tersisa kurang dari 500.000 rupiah saja sampai bulan selanjutnya, Parah kan? Setelah menikahpun saya masih saja merasakannya, padahal kami masih sama-sama kerja yang mana pasti pemasukan sudah pasti lebih banyak daripada waktu masih single dulu, jadi saya tambah bingung, kenapa pemasukan bertambah tapi tetap tidak bisa menabung. Ini pasti ada yang salah pikir saya.

Apa ada yang mempunyai pengalaman seperti saya? Selamat, anda tidak sendiri! Setidaknya ada saya yang dulu seperti itu. Tapi kini saya mulai berubah sedikit demi sedikit. Kami sudah bisa menyisihkan tabungan untuk diri kami sendiri, investasi anak-anak tetapi masih bisa menyenangkan diri sendiri juga. Bagaimana resepnya? Resep pengelolaan uang yang baik saya dapatkan dari buku “Menjadi Cantik, Gaya & Tetap Kaya” karya Prita Ghozie itu.

Seperti apa itu resepnya?

Prita Ghozie membagi uang/gaji yang kita dapatkan ke dalam beberapa pos beserta presentasi masing-masing pos tersebut, pos-pos tersebut adalah:

I. Dana Darurat  (3-12% dari pendapatan)

Misalnya untuk (sub kategorinya saya beri contoh seperti di keluarga saya):

  1. Berobat ke dokter jika sakit, tetapi alhamdulillah keluarga saya dicover kantor tapi saya tetap menyisihkannya
  2. Kado teman lahiran/kado orang tua ulang tahun
  3. Datang ke kondangan (buwuh)

 

II. Menabung atau Investasi (20-30%)

  1. Tabungan bulanan Quinn
  2. Tabungan bulanan Evlan
  3. Iuran reksadana Suami
  4. Iuran reksadana Anne
  5. Asuransi pendidikan Quinn

III. Belanja (50-70%)

  1. Belanja bulanan (yang bisa dibeli di swalayan seperti beras, minyak goreng, peralatan mandi, dll)
  2. Belanja sayur dan lauk pauk (biasanya yang dibeli di pasar, saya kalau belanja ke pasar biasanya seminggu sekali)
  3. Gas Elpiji dan Galon Air Mineral
  4. Air PDAM dan Listrik
  5. Pulsa HP (khusus HP saya karena suami sudah ditanggung kantor pulsanya)
  6. Gaji Pembantu
  7. Keperluan anak-anak (popok, susu, baju)
  8. Biaya operasional Suami (bensin dan makan siang, walaupun di akhir bulan ini akan di-reimburst ke kantor a.k.a diganti kantor, tetapi tetap saya masukkan)
  9. Reward bulanan untuk suami (untuk belanja pribadi apa saja yang dia inginkan, misalnya rokok, baju, sepatu, kacamata, game, dll)
  10. Reward bulanan untuk Anne (kosmetik, baju, tas, sepatu, semua yang saya suka deh termasuk ke salon atau spa)
  11. Traveling bulanan atau makan di luar termasuk hiburan yang lain-lain (nonton, karaoke)

IV. Zakat (Bagi orang Islam wajib 2,5%, Kristen kalau tidak salah 10%)

V. Hutang (0-30%)

  1. Bayar KPR
  2. Hutang Kartu Kredit (saya jarang punya hutang kartu kredit, sangat-sangat dibatasi penggunaannya, paling cuma suami yang pakai saat dinas luar kota, dan biasanya hampir semuanya diganti oleh kantor)

Maksud persentase di atas misal untuk dana darurat 3% adalah batas minimal, jadi tetap harus ada, dan maksimal 12%. Begitu pula untuk pos-pos yang lain.Khusus untuk hutang diberi minimal 0% maksudnya dianjurkan untuk tidak punya hutang dan maksimal 30% dari pemasukan anda.

Perlu diingat detail dari masing-masing pos tersebut antara orang satu dengan yang lain tidak sama, sesuaikan dengan kebutuhan anda atau keluarga anda sendiri.

Nah coba sekarang list semua pengeluaran atau pos-pos pengeluaran versi Anda dan jadikan dalam bentuk persentase, apakah sudah sesuai itu? Mana yang kurang dari persentase yang disarankan, mana yang sudah masuk dalam saran dan mana yang melebihi dari yang disarankan?

Sudah tahu cara menghitungkan kan?

Misalnya untuk pos pengeluaran belanja adalah 3.500.000 maka cara menghitung persentasenya:

(jumlah pengeluaran : total pendapatan) x 100%= (3500000 : 5000000) x 100% = 70%. Masih masuk persentase yang disarankan, masih wajar, tidak berlebihan. Lakukanlah perhitungan presentase untuk pos-pos yang lain.

Hanya perlu diingat ketika anda telah menemukan persentase masing-masing pos-pos pengeluaran tersebut maka anda harus menjumlahkannya, jika totalnya lebih dari 100% maka berarti selama ini anda hidup lebih besar pasak daripada tiang alias hidup melebihi kemampuan anda, tetapi jika kurang 100% ada pos yang masih bisa ditambahkan anggarannya.

Sampai di sini paham?

Masalah lebih sering timbul jika total persentase pengeluaran lebih dari 100% yang berarti lebih besar pasak daripada tiang, maka Anda harus mulai melakukan:

I. Tentukan prioritas,

Dalam menentukan prioritas maka ada beberapa langkah , yaitu:

  1. Mulailah mencatat pengeluaran setiap hari yang sudah anda lakukan seperti biasa, bisa juga dengan mengumpulkan struk atau nota-nota pengeluara anda selama sebulan penuh, dari situ mulailah perhatikan pengeluaran anda biasanya paling banyak untuk apa, pilah-pilah sesuai posnya.
  2. Pandangi hasil review point “1” tadi, kemudian refleksikan manakah pos dan jenis pengeluaran apa yang paling besar.
  3. Pikirkan kembali apakah pengeluaran yang paling banyak tadi merupakan sesuatu yang penting atau worthed untuk anda keluarkan?
  4. List-lah 5 jenis/kategori (sub dari pos-pos) pengeluaran yang menurut paling penting, yang tidak bisa jika ditiadakan, dan 5 pengeluaran yang paling tidak penting.
  5. Lakukan penghematan mulai dari pos pengeluaran dengan prioritas paling terakhir (paling tidak penting) dan yang memberikan dampak paling signifikan

Jika semua langkah-langkah penentuan prioritas tadi sudah dilakukan tetapi tetap t tidak bisa (semua terasa penting) maka langsung ke poin II

II. Cari tambahan pemasukan

 

Jika telah melakukan prioritas, set kembali sesuai anjuran persentase tersebut hingga jumlah kesemuanya menjadi 100% pas.

Contoh jika ternyata pos belanja lebih dari 70% maka lihat kembali apa yang bisa dikurangi atau dihapus, misal totalnya 3.750.000 dengan total pemasukan 5.000.000 maka persentasenya menjadi 75%, berarti kelebihan 5% maka lihat sub pos belanja apa yang bisa dikurangi, misalnya saya yang memasukkan sub “traveling” mungkin bisa mengurangi jumlah rupiahnya atau bahkan meniadakannya sehingga bisa menjadi tetap 70% atau kurang dari itu.

Ada pertanyaan?

Tips selanjutnya, anda bisa membuat amplop-amplop untuk memisahkan sub-sub pengeluaran yang terdiri dari beberapa pengeluaran misalnya untuk keperluan anak-anak, nah itu dibuatkan amplop bertuliskan “keperluan anak-anak” dan begitu juga dengan sub pos yang lain sehingga anda bisa secara langsung memilah-milahnya, memastikan uang pada pos tersebut memang dipergunakan sesuai nama atau fungsinya  sekaligus mengetahui secara pasti sisa uang yang tersisa untuk sub pengeluaran tertentu.

Tips yang lain yang hampir mirip adalah dengan memasukkan beberapa pos dan/atau sub pos pengeluaran ke dalam suatu rekening yang terpisah-pisah. Contoh seperti di keluarga saya, saya punya 6 rek bank (rekening pribadi, anak dan suami)

Rek 1 suami  digunakan untuk tabungan yang didapat dari bonus-bonus tahunannya, iuran reksadana suami, reksadana Anne, semua ini modal membangun mimpi keluarga kami.

Rek 2 suami digunakan utuk memasukkan sub pos pengeluaran biaya operasional, biaya KPR, tagihan kartu kredit suami,  dan reward suami.

Rek Quinn untuk tabungan quinn

Rek Evlan untuk tabungan Evlan

Rek 1 Anne  untuk sub pos pengeluaran air PDAM-Listrik, pulsa HP, zakat dan traveling-makan di luar-hiburan

Rek 2 Anne  untuk sub pos pengeluaran gas elpiji-galon air mineral,belanja bulanan, belanja lauk pauk, keperluan anak-anak.

Begitulah kira-kira formula mengatur keuangan untuk pribadi dan keluarga. Silahkan dicoba dan praktekan, saya sarankan ketika anda mulai ingin menerapkannya ajaklah pasangan Anda untuk mendiskusikan hal ini.

Sub pos pengeluaran “Reward untuk suami dan istri” bagi saya penting untuk dimasukkan agar tetap bisa ‘menikmati hidup’, reward bagi diri sendiri yang sudah bekerja. Walaupun saya tidak bekerja tetapi suami alhamdulillah pengertian untuk memberi saya reward tersebut karena baginya saya ini partner, memang tidak bekerja mencari uang tetapi saya membantunya mengurus keluarga ini dan mensupport dia secara mental dan tak jarang fisik (mijitin suami kan termasuk support secara fisik ya? Hehe..), jadi saya berhak menikmati ‘jerih payah’ saya. Memang mungkin jumlah rupiahnya tak banyak tetapi dengan punya pos itu saya tidak perlu sembunyi-sembunyi ambil uang suami untuk keperluan saya sendiri meskipun kata suami ambil aja sesukamu, dulu sih gitu.

Setelah mengikuti rumus di atas saya jadi tersadar kalau saya mengambil sendiri seenaknya tanpa menentukan jumlah yang bisa saya ambil di awal bisa kacau perencaan keuangan keluarga saya, cita-cita finansial keluarga saya tidak bisa tercapai.

Saya sempat ambil uang untuk kepentingan pribadi tanpa bilang-bilang atau ijin dulu ke suami, perasaan saya jadi tidak enak, sampe merasa seperti pencuri di keluarga sendiri, padahal saya selalu mengingatkan suami untuk jujur dalam hal apapun termasuk dalam mencari rejeki (tidak korupsi), gitu kok saya mau ‘korupsi’ uang keluarga saya sendiri, setelah punya ‘jatah’ sendiri, perasaan bersalah akhirnya pergi. Begitu…

“Wah berarti Anne sudah canggih donk mengatur keungannya? ” mungkin sebagian anda yang membaca ini akan berpikiran seperti itu, jujur saya sendiri masih belajar untuk konsisten menerapkannya setiap bulan walaupun kadang-kadang ada lupa untuk masukin ke rekening masing-masing, jadi balik ke jaman sebelum tahu rumus ini, ini lebih dikarena males sih..tapi saja janji akan belajar konsisten,istiqomah, semoga ke depannya semakin baik lagi. Tapi jujur dengan menerapkan rumus tersebut saya jadi lebih mikir kalau mau ngeluarin duit.

Jadi, mari kita belajar bersama, saya menulis artikel ini hanya ingin berbagi, barangkali setelah ada artikel ini maka anda jadi terinspirasi untuk menerapkannya sehingga tidak lagi merasa tidak bisa nabung atau tidak menikmati hidup, jika di-planning dengan baik dan mengikuti beberapa saran di atas tadi, insyAllah rejeki berapapun akan terasa cukup dan terpenting jangan lupa bersyukur. Karena syukur akan semakin membawa kita pada rejeki yang lebih daripada yang kita dapat hari ini. InsyAllah..Amien.
image

 

Wassalam,

Anne Lesmana

Belajar blogging 1-SEO, Domain n Hosting

Tadi di grup WA, saya, mb tika n mas arif lg ngmgin
1. SEO
SEO: search engine optimization. Bagaimana cara agar blog/web qta mudah ditemukan oleh si search engine misalnya si google.
Semakin mudah ditemukan maka akan mudah dpt uang atau diajak kerjasama oleh perusahaan2.
Utk meningkatkan
SEO dapat dioptimisasi dgn cara:
a.Memperhatikan keyword, terutama di bagian judul, tengah n akhir artikel, sisipkan keyword yg kira2 dimasukkan oleh pencari artikel yg msh sesuai dengan isi artikel anda
b.Sisipkan gmbr yg nama filenya anda ganti dgn nama yg mengandung keyword yg td. Atau isikan source dmn gmbr itu didapatkan dlm kolom caption.
C.Lakukan backlink, sisipkan link dr web/blog laen yg msh related dgn isi artikel anda, pastikan alamat linknya bnr,jika diklik mengarah k link yg bnr n bagus bkn link yg hny berisi spam

2. DOMAIN N HOSTING
Jika anda ingin mencari penghasilan dr blogging maka akan dianjurkan memakai domain atau hosting berbayar. Berbayar itu yg tnp embel2 blogspot ato wordpress-nya d link blog anda gmpgannya gtu
Apa itu domain: domain jika diibaratkan rmh maka itu adalah alamat sebuah rumah tp kosongan tanpa isi.
Hosting adalah alamat rmh plus rumahnya beserta perabotnya, apa saja perabotnya: alamat e-mail sesuai nama web, proteksi dr spam n hacker, dll. Biasanya yg pake hosting adalah perusahaan2 spy terlihat profesional.
Bagi pemula disarankan domain sdh ckp. Domain n hosting hrs beli di penyedia kya idwebhost ato qwords, wordpress jg jual, biasanya tahunan ato blnan, jd kya nyewa gtu.
Udah, apalagi ya? Ada yg kelewatan?

22  Important Points of Rich Dad Poor Dad Book-Robert Kyosaki

Anda pasti sudah sering mendengar mengenai “Rich Dad Poor Dad” ini kan? Atau bahkan mungkin Anda sudah membacanya. Jujur saya sudah lama mendengarnya tetapi baru tahun lalu saya memutuskan untuk membeli dan membacanya.

image

Saya terkesan sekali dengan buku ini sampai-sampai saya membuat ringkasannya dalam bentuk poin-poin seperti di bawah ini.

  1. Rumus menjadi kaya adalah dengan menambah aset. ASET adalah sesuatu yang bernilai dan akan terus meningkat nilainya. Robert Kyosaki mengingatkan untuk membeli aset itu harus dengan jalan tunai, jika tidak itu masih tidak dapat disebut dengan aset, itu hanya LIABILITAS atau kewajiban, karena masih harus membayar cicilan dan pajak yang menguntungkan pihak lain dibanding diri kita sendiri.

Contoh aset: Property/Real Estate, Saham, Obligasi, Reksadana, Surat Hutang, Hak Paten terhadap sesuatu

  1. Aset terbesar kita aalah otak kita, maka berinvestasilah padanya, dengan kata lain berinvestasi pada pendidikan.
  2. Berinvestasi pada otak atau pendidikan memberikan kemudahan membaca peluang dibandingkan orang lain yang tidak berinvestasi pada hal itu. Kecerdasan finansial anda akan meningkat seiring besarnya investasi anda pada pendidikan.
  3. Bekerja adalah tempat kita untuk memperoleh suatu ilmu atau pengetahuan atau keterampilan. Maka jangan fokus pada 1 jenis pekerjaan atau terspesialisasi. Belajarlah sedikit tentang banyak hal.
  4. Membeli barang-barang mewah hanya dari keuntungan aset tersebut, berarti aset harus menghasilkan uang/pemasukan untuk kita.
  5. Pertahankan agar pos pengeluaran selalu lebih kecil daripada penambahan aset dan pemasukan.
  6. Dahulukan untuk diri sendiri daripada kewajiban membayar tagihan dan lain-lain karena hal itu akan memotivasi kita untuk mencari tambahan untuk melunasi kewajiban-kewajiban tersebut.
  7. Bukan berapa banyak uang yang anda hasilkan tetapi berapa banyak yang dapat anda simpan.
  8. Untuk menjadi kaya orang harus mempelajari/mengetahui mengenai: Akutansi (membaca angka), Investasi (di dalamnya ada: memahami penawaran-permintaan, hukum korporasi dan peraturan negara), Keterampilan Penjualan (Komunikasi, menulis, berbicara, negosiasi), terakhir Management (Waktu dan SDM). Kesemuanya itu dapat dipelajari melalui seminar atau buku-buku dan video.
  9. Sejak dini tentukan tujuan hidup, rencana pensiun anda kelak.
  10. Kegagalan adalah proses mencapai kesuksesan
  11. Taruhlah ‘telur’ anda yang banyak itu pada sedikit keranjang, intinya FOKUS!
  12. Jika memiliki anak, biasakanlah anak berpikir “Bagaimana cara saya dapat membelinya?” instead of langsung membelikan atau mengatakan “Kita tidak dapat membelinya”, ini lebih parah lagi.
  13. Tidak boleh arogan atau sok tahu padahal tidak tahu sama sekali akan suatu peluang bisnis tertentu. Apa yang anda tahu adalah keberhasilanmu dan apa yang tidak anda tahu adalah resikomu, maka dari itu sekali lagi berinvestasilah pada otak/pendidikan.
  14. Pilihlah teman anda! Jauhi “Chicken Little”
  15. Jika ingin berinvestasi maka batasi atau tentukan jumlah uang yang akan digunakan untuk itu.
  16. Selalu cari ide dan gagasan baru.
  17. Belajarlah langsung dari ahli atau pelakunya.
  18. Ikutilah kursus yang berhubungan dengan kecerdasan finansial dan investasi
  19. Buatlah banyak penawaran dalam berinvestasi
  20. Untuk investasi property perhatikanlah iklan-iklan yang sudah cukup lama, biasanya pemilik lebih mudah diajak bernegosiasi/bertransaksi.
  21. Dalam berinvestasi property carilah orang yang akan membeli baru kemudian carilah orang yang ingin menjual property yang diinginkan oleh calon pembeli tersebut.

Anne Lesmana

Family Guest House yang Asri dan Unik di Ponorogo – Ndalem Katong Guest House Review

Ini adalah penginapan terakhir yang saya kunjungi pada bulan April ini. Saya sebenarnya sudah dua kali menginap di sini, yang pertama adalah ketika saya pulang dari Solo setelah road show trip dengan orang tua saya itu. Kenapa waktu itu saya tidak langsung saja pulang ke Pacitan? Ponorogo dan Pacitan kan sudah bisa dibilang dekat, hanya sekitar 2 jam saja? Jika Anda sudah pernah ke Pacitan melalui jalur Ponorogo-Pacitan maka Anda pasti sudah mengetahui medannya, jalan berkelok-kelok   dan sering longsor, jadi saya pikir lebih baik menginap di Ponorogo dulu baru melanjutkan perjalanan ke Pacitan keesokan harinya. Terakhir saya menginap di Ponorogo adalah tanggal 2 April kemarin ketika adik ipar sepupu suami saya menikah.

Ketika kami mendapat undangan tersebut saya sudah tidak perlu bingung mencari penginapan karena saya sudah memiliki referensi penginapan. Namanya adalah “Ndalem Katong Guesthouse” yang berada di Jalan Barong Katong  no 134 Ponorogo, jadi ketika suami saya sedang dalam perjalanan pulang dari Surabaya ke Pacitan, saya mintai tolong untuk mampir ke sana dan booking penginapan untuk tanggal 2 April itu.

image

image

image

Apa yang membuat saya suka menginap di sana? Alasannya adalah karena hotel ini memiliki konsep yang unik? Apanya yang unik? Konsep mereka adalah family guest house, bukannya sudah banyak ya penginapan yang mengusung konsep tersebut? Iya, memang sudah banyak sih tetapi hanya embel-embel saja, kenyataannya sama seperti penginapan biasanya. Ndalem Katong ini benar-benar menerapkan konsep family guest house, benar-benar cocok untuk keluarga, bahkan untuk keluarga besar dengan jumlah anggota yang banyak. Kurang jelas penjelasan saya? Jadi begini, hampir semua kamar di penginapan ini dapat diisi oleh lebih dari 2 orang dan masing-masing memiliki tempat tidurnya sendiri tanpa menambah extra bed, hmm..bagaimana itu? Saya beri contoh saja, kamar terbesar yang mereka miliki berisi 3 tempat tidur berukuran queen yang mana berarti satu kamar dapat ditempati oleh 6 orang! Bagaimana dengan harganya? Seperti artikel-artikel mengenai hotel saya yang lainnya, sudah pasti terjangkau! Bahkan bisa dibilang murah!

image

image

Harga kamar terbesar seperti yang saya jelaskan di atas tadi hanya 440.000/malam!!! What??? *nganga* berarti seorang cuma less than 75.000/malam!! Yup! Anda benar!!!

Nah, apa saya menyewa kamar yang itu? Tentu saja tidak.. Saya hanya menyewa kamar yang bisa ditempati oleh 3 orang dewasa, terdiri dari tempat tidur ukuran queen dan satu ukuran single 120×200. Berapa harganya?? Cuma 275.000/malam, jika dibandingkan dengan kamar besar tadi ya memang akhirnya jadi lebih mahal yang ini, hampir 100.000/orang. But i think it’s still not expensive, make sense-lah yah untuk kota sebesar Ponorogo ini.

image

Sebenarnya harga aslinya waktu pertama kali saya datang kesana yaitu akhir November 2015, kamar seperti yang saya tempati kemarin harganya hanya 250.000/malam, tetapi sejak pemerintah kota Ponorogo menetapkan pajak 10% jadi naik segitu deh.

Harga seperti yang saya jelaskan di atas tadi sudah termasuk sarapan. Sarapan di sana walaupun sederhana rasanya enak. Pertama saya ke sana sarapannya adalah nasi ayam lalapan. Terakhir kemarin saya sarapan nasi goreng lengkap dengan kerupuk, telor ceplok dan tomat serta timun, mirip sama SAFa Homestay, ya menu standart ya.. tetapi rasanya memang enak dan porsinya mengenyangkan.

Apalagi yang membuat penginapan ini menarik? Suasananya, asri. Di depan kamar saya ada taman dengan hamparan rumput yang cukup luas dan ada beberapa meja-kursi taman. Sepertinya dulu selain penginapan mereka juga memiliki usaha restaurant dan itu adalah meja-kursinya.

image

image

Di pojok kanan taman tersebut ada bangunan kecil transparant, karena didominasi oleh kaca yang menjadi ruang penyajian makanan, tetapi waktu saya ke sana tidak digunakan lagi sebagai mana mestinya, hanya dijadikan semacam gudang penyimpanan aminities hotel.

image

Di taman itu ada pohon rambutan yang cukup besar jadi semakin menambah keasriannya, kemarin waktu adik sepupu suami dan anak-anaknya datang mereka meminta suami saya untuk mengambilkan rambutannya, untung pemilik dan management tidak melarang mungkin memang disedikan untuk tamu, tetapi bisa jadi dibiarkan karena buahnya cuma sebiji-dua biji.

image

image

Keasrian itu juga terlihat di kamar-kamar yang bagian belakang, bangunan baru. Jadi begini, di samping bangunan utama itu ada semacam jalan kecil atau gang begitu, ke dalam dan di situ ternyata ada beberapa kamar lagi dan sepertinya itu bangunan yang baru. Di bangunan kamar tersebut di tata dengan asri terutama yang tanaman merambatnya yang ada di atas kamar-kamar itu yang membuatnya semakin asri dan kenambah keindahannya.

image

image

image

Tak ada sesuatupun di dunia ini yang sempurna, begitupun penginapan ini. Apa itu? TV di kamar yang saya sewa, baik yang pertama dan kedua, selalu bermasalah, sepertinya masalahnya ada di decoder-nya jadi TV mengeluarkan tulisan “tidak ada signal”, sayangnya saya selalu menyepelekannya karena saya tidak menonton TV, berbeda dengan si bibik yang saya ajak, karena saya titipi anak-anak ketika saya lagi pacaran dengan suami sudah barang tentu kesepian karena tidak ada TV, padahal menurut resepsionis seandainya saya mau melapor maka akan segera dibetulkan, yah..nasibmu Bik, hehehe..

Kekurangan yang kedua adalah kamar mandinya. Secara keseluruhan sebenarnya hotel ini cukup bersih, tetapi kamar mandinya, mungkin karena bangunannya sudah cukup lama, jadi cukup banyak terlihat kerak di sana sini.

Oh ya, karena sudah ngomongin kamar mandi, ada yang unik di penginapan ini. Biasanya toiletries-nya dikemas pada suatu wadah kecil-kecil tetapi di guest house ini sedikit unik, sampo dan sabun cairnya ditaruh di suatu tempat yang menggantung di dinding tembok dan apabila ingin memakainya Anda cukup memencet saja. Ya, toiletris-nya hanya ada sabun dan sampo, jadi apabila Anda ingin menginap di sini Anda harus menyiapkan sendiri sikat gigi dan odol. Bagaimana dengan handuk? Sudah disediakan sesuai kapasitas orang yang menginap di sana. Cuma ada sedikit kritik dari saya mengenai handuk, handuknya terlalu berbau obat, sepertinya itu obat pemutih dan handuknya kurang menyerap air.

image

Hotel ini menurut saya juga hotel plus-plus, wuetss.. tapi plus-plus dalam konotasi positif lho. Jadi begini ceritanya, suami kan perokok, jadi sepulang nonton dia beli rokok buat persediaan selama di hotel dan untuk besuk. Nah, sesampainya di hotel dia ngerokok di depan kamar, ada saya juga sih waktu itu, trus karena sudah ngantuk suami langsung masuk tanpa membawa masuk si rokok beserta kawan karib-nya, korek. Sebenarnya sih saya mau mengingatkan untuk membawa masuk barang-barang itu tetapi tidak jadi, nggak tahu kenapa. Pagi harinya waktu suami mau merokok eh rokoknya sudah raib. Bibik dan saya ditanya tapi kami tidak tahu, saya bilang kalau tadi malam dia meninggalkannya di meja depan kamar. Suami lalu menanyakannya kepada pihak hotel lalu mereka meminta maaf. Lho, kok minta maaf? Yang ngambil pihak hotel donk? Kenapa? Kenapa nggak dikembalikan saja? Jadi begini, pemilik penginapan itu memiliki seorang adik yang secara mental kurang ‘penuh’, dia sudah berumur dan suka sekali pada rokok, kemungkinan besar dia yang mengambil dan sudah ada beberapa orang juga bernasib sama seperti suami saya.  Selain meminta maaf ternyata pihak hotel mengganti rokok yang hilang tersebut dengan yang baru, beserta dengan koreknya. Benar-benar hotel yang jujur dan bertanggung jawab.

Ada hal lucu dari kejadian tersebut yaitu ketika suami bilang sama saya nanti dia akan ganti uang yang mereka pakai untuk mengganti rokoknya, langsung berinisiatif untuk menggantinya ketika suami saya sedang mandi. Pada saat saya membayar biaya hotel saya juga menitipkan uang Rp. 30.000 kepada resepsionis untuk diberikan kepada salah satu petugas hotel yang menurut suami saya dia sendiri yang membelikan rokok pengganti tersebut dengan uangnya sendiri. Setelah suami selesai mandi, dia meminta uang Rp. 50.000 kepada saya, saya tanya dong untuk apa, dia bilang untuk mengganti uang rokok tadi, saya balik menjawab jika saya sudah menggantinya. “Berapa yang kamu kasih ke dia?” tanya suami saya, “Tiga puluh ribu? Kenapa? Harga rokok dan koreknya palingan segitu, iya kan?”, saya bertanya dengan polosnya.. “Kok cuma 30.000 sih? Kita harus mengganti lebih pada orang yang baik dan berbuat jujur seperti itu”, yah..saya langsung menyesal, iya ya, kenapa tidak saya beri lebih tadi. Dasar! *emak irits nyerempet kikir* Astagfirullah..Besok-besok janji nggak gitu lagi dah..

Oke,sementara itu dulu ya, kalau ada yang kelewat atau ingin ditanyakan silahkan langsung komen saja ya..

Ayo di save dulu artikel ini atau subscribe kalau ingin tahu referensi hotel-hotel lainnya.

Jangan lupa piknik biar nggak panik! *smile*

Anne Lesmana

Relaxing and Pampering Yourself at Modern Naturalist Hotel in Solo Baru – Rumah Batu Villa & Spa Review

Lanjut cerita road show ke-tiga kotanya ya..

Setelah dari Jogja, Semarang sekarang kami menuju ke Solo, kota tujuan terakhir kami.

Ini adalah kali kedua saya ke Solo, setelah yang pertama numpang mampir ke pasar klewer waktu jaman kuliah dulu bareng temen-temen peminatan klinis.

Seperti biasa, saya selalu menyiapkan penginapan yang akan kami tempati jika sedang liburan di suatu kota. Kali ini pilihan saya jatuh pada “Rumah Batu Villa & Spa”, yang beralamat di Jl. Ovensari no 8 Solo Baru.

image

FYI sejak saya pertama kali saya menginap di sana sampai sekarang saya sudah 3 kali menginap di sana, pertama ya waktu road show bersama orang tua dan adik saya, kedua bersama mertua saya dan ketiga hanya dengan keluarga kami, waktu itu cuma ada si kakak Quinn, baby Evlan belum pernah menginap di sana, sepertinya harus dijadwalkan lagi ke sana.  So..tidak perlu ragu lagi, hotel ini memang sangat recommended untuk dijadikan tempat menginap di Solo.

Jadi gimana nih mau diterusin aja review-nya atau cukup keterangan saya di paragraf sebelumnya saja? Hehe..

Tentu Anda ingin tahu apa yang membuat saya sampai tiga kali kembali ke sana?

Satu, saya suka sekali suasananya, suasana ini didapat karena mereka mengambil tema arsitektur natural modern minimalis, maaf ya, ini istilah yang saya buat sendiri, hehe.. kenapa saya namai seperti itu karena bangunannya sendiri bergaya minimalis yang modern serta dilengkapi dengan kesan natural dengan banyaknya tumbuhan hijau di sekitar maupun di dalam gedungnya.

image

image

Hotel ini bentuknya memanjang ke belakang dan kesan naturalistik sudah terasa sejak di halaman depan hotel ini yaitu adanya semacam fasad yang terbuat dari batu utuh yang ditata di dalam rajutan kawat, menarik dan unik ya?

Lalu masuk lebih dalam Anda akan menjumpai lobby, lobbynya sendiri tetap terkesan natural karena furniture yang dipakai terbuat dari kayu, di belakang meja resepsionis ada dinding yang dihiasi batu expose, kesan natural bertambah karena di meja-meja lobbynya itu terdapat pot gerabah kecil yang diisi oleh tanaman padi yang masih mudah alias masih bibit.

image

image

image

@Di dekat lobby, di ujung sebelah kirinya ada semacam butik, butiknya berisi baju-baju batik yang modelnya trendy, cocok untuk anak muda masa kini maupun wanita tengah baya yang mengikuti mode, ada juga aksesoris-aksesoris cantik seperti gelang, kalung anting yang masih bernuansa ethnic.

Di samping kanan butik tersebut ada meja resepsionis untuk ke ruangan spa-nya. Setiap kali ke sana kami selalu memanjakan diri dengan spa di sana, bersama suami, secara kami memang doyan banget pijet, dan pijet di sana emang asli enak! Itulah kenapa kami selalu kembali ke sana, terkadang kalau sedang pengen pijat,saya dan suami selalu terbayang melakukan spa di sana, seandainya saja Solo itu deket.. *huhu..*

image

image

image

Yang bikin enak spa di sana itu karena terapisnya nggak asal, mereka sudah di-training terlebih dahulu dan teknik memijatnya memang berbeda. Saya paling suka dipijat di punggung, mereka punya teknik pijat punggung yang enak banget, tangan dibawa ke belakang, lalu entong-entong­-nya *istilah jawa, kalau indonesianya apa ya? Tulang bahu bagian belakang itulah ya..hehe..*dipijat atau diplurut,ehmm..rileeexxxx.. banget sampe bikin ketiduran.. Setelah dimassage kami disuguhi wedang secang hangat, jadi bikin badan tambah seger.. Hmm.. *jadi mbayangin*

Fee service untuk massage atau spa-nya masih tergolong murah jika dibandingkan dengan hotel-hotel besar lainnya, berkisar sekitar Rp. 190.000 untuk sekitar 1-1,5 jam, itu seingat saya ya, dan itu harga pada sekitar akhir tahun 2014 sampai trisemester awal tahun 2015.

Di sebelah kanan meja resepsionis ada spot semacam library kecil terbuka yang berisi lemari  buku yang berisi beberapa buku dengan berbagai genre, mulai dari yang berbahasa Indonesia sampai berbahasa Inggris, di sana juga dilengkapi kursi agar dapat membaca buku-buku tersebut dengan nyaman.

Oke, balik lagi ke ke pengalaman menginapnya ya. Kamar tidurnya sangat nyaman dan cukup besar, mungkin sekitar 20m2 dengan cat yang didominasi warna hijau yang teduh. Kamar mandinya di dominasi warna putih, kesan naturalnya didapatkan pada wastafel yang terbuat dari belahan batu, lantai shower-nya juga terbuat dari batu-batuan expose yang dibiarkan berserakan di lantainya.

image

image

image

Yang unik dari bagian kamarnya itu adalah balconynya. Dua kali ke sana kami selalu mendapatkan kamar di gedung yang paling depan, yang terdekat dengan lobby, menurut kami itu adalah kamar terbaik yang pernah kami dapatkan selama menginap di sana, karena dari balcony kami langsung berhadapan dengan pohon-pohonan yang rindang seperti pohon palem dan pisang kipas yang besar jadi terasa sejuk di mata. Balcony juga jadi spot kesukaan suami karena bisa merokok dengan tenang di sana.

image

Spot selanjutnya yang menarik adalah restaurantnya. Restaurantnya tetap bergaya natural tetapi ada gabungan dengan tradisional karena bangunan gedungnya adalah rumah joglo yang terbuat dari kayu. Di luar rumah joglonya ada beberapa meja dan bangku panjang dari kayu antik, di atasnya ada pergola yang dihiasi oleh tumbuhan merambat, sangat cocok untuk spot berfoto.

image

image

image

Spot terakhir yang saya suka adalah kolam renangnya, kolam renang berukuran sekitar 5x15m ini cukup menjadi pusat kegiatan tamu-tamu hotel. Kolam renangnya sebenarnya tidak terlalu istimewa, yang membuatnya istimewa adalah tanaman merambat yang ada di balcony atas kamar-kamar hotel tersebut, tanaman itu menjuntai ke bawah, ke arah kolam renang dan yang membuatnya indah adalah bunga-bunga putih dari tanaman itu sendiri, sungguh sangat indah. Hal kedua yang membuat kolam renang ini istimewa adalah adanya gazebo yang terbuat dari kayu yang bisa digunakan sebagai tempat beristirahat sejenak setelah berenang atau spot ber-selfie ria. Ini adalah kolam besar pertama yang Quinn coba untuk berenang setelah sebelumnya hanya berenang di kolam spa baby dan dia sangat excited berenang bersama Bapaknya di sana.

image

image

image

Oh ya, dari tadi saya berbicara mengenai spot-spot, di hotel ini sangat banyak spot yang bagus, mulai dari bagian depan sampai belakang, jadi buat Anda yang suka selfie, bahkan sampai di dalam ruang spa-nyapun masih cocok untuk tempat berselfie, karena memang bagus dan unik gaya interiornya. Selain itu ada pula spot-spot kecil yang sengaja ditata sengaja untuk spot berfoto seperti misalnya becak kuno dan ethnic yang ditaruh di taman antara resepsionis dan restaurant atau sepeda kuno yang berada di depan lobby.

image

image

Sekarang kita ngomongin harga menginap di sana. Tiga kali saya menginap di sana saya hampir selalu mengambil dan mendapatkan harga yang sama yaitu sekitar Rp. 400.000/malam (harga pada waktu itu, antara bulan November 2014-Maret 2015), sudah termasuk pajak, sarapan dan lain-lain, tetapi hanya sekali saya mencoba sarapan di sana. Jujur untuk sarapan rasanya tidak terlalu istimewa.

Pelayanan cukup bagus, terutama pihak restaurant atau dapur ketika saya bertanya mengenai bubur ayam untuk sarapan Quinn yang waktu itu masih berusia 1 tahun mereka bilang sebenarnya mereka tidak punya menu itu di restaurant tetapi mereka tetap mau membuatkannya untuk saya walaupun tetap di charge lebih ke bill, saya sungguh senang dan berterima kasih dengan effort yang mereka lakukan untuk melayani kami.

image

Hotel ini hanya butuh sekitar 15-20 menit jika Anda ingin berbelanja atau mencari hiburan di Mall, salah satu Mall terdekat itu adalah The Park.

Fasilitas di kamar: AC, Balcony, Bathroom, Shower, Sitting area, Toilet and TV, Toiletries

Fasilitas Umum / Fasilitas Hotel: Free Wi-Fi, Dry Cleaning, Family room (ada yang satu kamar bisa untuk 4 orang), Restaurant, Room Service, Meeting Facilities, Safety Deposit Box, Salon, Smooking area, Tours, Tempat Parkir Mobil, Taman, Out door pool, Sauna, Spa, Massage.

image

image

image

Kesimpulan: Sungguh tempat yang tepat untuk melepas penat sejenak dengan lingkungan yang asri serta fasilitas yang lengkap. Masih bisa dianggap terjangkau dengan fasilitas dan pelayanan seperti itu. Intinya? Super Duper Recommended!!!

Sekarang saya pamit dulu mau relaxing juga ke pulau kapuk, bye..

Anne Lesmana

 

Hotel Unik bergaya Rustic dan Vintage di tengah kota Semarang

Mau bayar janji saya bahas hotel unik di Semarang dulu ah..

Mungkin Anda sudah baca review-an saya sebelumnya yaitu Affordable and Unique Hotel in Jogja-Part 3, di sana saya menceritakan bahwa saya sedang mengadakan semacam road show bersama kedua orang tua saya, adik dan keluarga inti saya (suami, anak dan bibik).

Beginilah cerita kelanjutannya; setelah sehari semalam kami di Jogja, keesokan harinya kami berangkat menuju ke Semarang, ini adalah kali pertama saya pergi ke Semarang.

Semarang adalah kota pertama yang ditinggali kedua orang tua saya setelah menikah karena Papa saya bekerja di sana, jadi banyak kenangan di antara mereka berdua di sana, dan saya tidak sabar untuk mengetahui seperti apa kota kenangan Papa dan Mama saya.

Seperti yang saya ceritakan di artikel sebelumnya, saya sudah menyiapkan penginapan di Semarang, saya sudah membookingnya melalui Booking.com, pilihan saya jatuh pada Djajanti House. Penginapan ini berada di: Jl. Semeru Raya NO 4B, Semarang.

image

Saya memilih penginapan ini setelah saya membaca review-nya di Tripadvisor. Saya tertarik dengan gaya arsitektur dan interiornya, lagi-lagi..ya, memang saya selalu memperhatikan hal itu ketika memilih hotel atau penginapan setelah harga tentunya, hehe..* tetep* *emak irits nyerempet kikir*, saya pikir untuk apa menginap di tempat yang biasa saja, tidak unik, akan sama saja dengan tinggal di rumah ya walaupun rumah saya belum seindah hotel-hotel itu sih *kok curhat?*

Apa yang menarik dari arsitektur dan interior hotel ini? Gaya arsitektur bangunanya adalah gaya tradisional jawa, bangunan lobby-nya berbentuk joglo alias rumah jawa yang terbuat dari kayu. Interior di dalam joglo itu sendiri juga unik, gaya interiornya adalah campuran vintage dan rustic.

Hal itu dapat dilihat pada ornamen-ornamen dekorasi yang dipasang di dinding, pilihan furniture, lampu yang terbuat dari bekas bakul nasi, begitupun dengan peralatan makan dan minumnya yang terkesan vintage seperti teko dan cangkir lurik dari besi itu.

image

image
image

image

Lobby dan kamar tidurnya terpisah, tidak berada dalam satu gedung, dipisahkan oleh taman berumput yang cukup luas, kamarnya tidak banyak , lantai 1 dan 2 mungkin jumlahnya sekitar 8 kamar saja. Bangunan kamarnya arsiteknya masih berbau jawa tradisional tetapi sedikit lebih modern, bagian fasadnya terlihat tembok yang terbuat dari batu bata exspose.

image

image

image

Yang paling unik sebenarnya adalah di dalam kamar penginapan itu sendiri. Kamar berukuran sekitar 18m2 itu masih bergaya jawa modern, temboknya masih terbuat dari batu bata expose yang dicat putih, kamar tersebut dibagi menjadi 1 setengah lantai, jadi ada semacam lantai kedua di kamar tersebut dan di lantai itu terdapat tempat tidur, jadi 1 kamar tidur tersebut memiliki 1 tempat tidur ukuran queen size dan 1 ukuran single bed, sungguh unik. Menyewa satu kamar bisa digunakan untuk 3 orang.

image

image

Di atas tempat tidurnya ada hiasan wayang, apabila lampu di atas tempat tidur dinyalakan maka wayang-wayang itu akan disinari cahaya lampu tersebut, sungguh indah.

Interior kamar mandinya bergaya setengah outdoor karena di bagian shower asa tirai yang apabila dibuka akan terlihat taman kecil, dan lantai ruang showernya dibuat dr pecahan ubin berwarna-warni, menambah kesan rustic.

image

image

image

Bagaimana dengan kebersihannya? Cukup bersih menurut saya, jika saya memberi score saya beri angka 8.

Hanya saja ada yang kurang dari hotel ini yaitu pelayanannya. Karena penginapan ini sejenis dengan guest house yang dikelola per-orangan maka management-nya tidak sebagus hotel-hotel lainnya. Misalnya ketika kami check in, waktu itu kami datangnya malam karena tidak langsung menuju Semarang kami masih mampir dulu ke Borobudur, badan sudah gerah dan capek, tetapi ketika kami akan mandi tidak ada air panasnya, padahal di keterangan hotel disediakan water heater, saat kami menanyakannya ternyata yang biasa memasang gasnya yaitu si bapak penjaganya sedang tidak ada, si anak yang menggantikan bapaknya tersebut tidak tahu dimana letak penyimpanan gas tersebut. Pagi harinya saat kami minta gasnya ternyata orang tua saya yang kamarnya di lantai 2 juga tidak dapat menikmati air panas tersebut mungkin karena panasnya atau gas elpijinya tidak bisa bergerak naik ke atas, tidak sampai. Jika mereka mengecek dan menyiapkannya sejak sore atau siang mungkin tidak akan menjadi seperti itu.

Kekecewaan selanjutnya adalah ketika kami akan check out, karena saya booking lewat Booking.com maka saya hanya perlu membayar di tempat, ketika itu saya pikir mereka menyediakan mesin debit. Mereka memang punya mesin debit tersebut tetapi karena anak si penjaga sedang keluar dan dia tidak bisa mengoperasikannya maka saya diminta untuk membayar dengan uang cash. *hadeeeh..*. Akhirnya suami saya harus pergi ke ATM dulu untuk mengambil uang.

Sebelum check out kami disuguhi sarapan dengan mie instant yang telah dimodifikasi, cukup enak rasanya walaupun agak minimalis jika dibandingkan dengan SAFa Homestay beberapa tahun kemudian, seperti yang tertulis di review saya, Affordable and Unique Hotel in Jogja (part 2)

image

Oh ya, harga yang kami bayar untuk dua kamar Executive Studio itu adalah RP. 700.000/malam untuk 6 orang, jadi per-kamar adalah Rp. 350.000/malam, sudah termasuk pajak dan lain-lain serta sarapan. Ini harga pada waktu itu, yaitu sekitar akhir November 2014.

Dengan harga itu maka fasilitas kamar yang Anda dapatkan adalah: Balcony, semi outdoor bathroom with water heater Flat TV, toiletries, tea and coffee.

Fasilitas umum: Tempat parkir mobil, lobby, dapur bersama, Free Wi-Fi.

Kesimpulannya: Hanya dengan sekitar kurang dari 135.000/orang/malam Anda sudah bisa beristirahat di tempat yang nyaman dan unik serta tidak perlu repot mencari sarapan karena sudah termasuk. Saran dari saya lebih baik Anda konfirmasi kembali dengan menghubungi mereka untuk menjelaskan kapan tepatnya Anda akan check in dan ingatkan juga untuk menyiapkan semuanya termasuk gas elpiji untuk water heater shower di kamar Anda.

Selamat berlibur ke Semarang!

Anne Lesmana